Kaki-kaki kecil itu berlarian di jalanan
Bernyanyian lagu sendu kehidupan
Berjualan harapan cerahnya masa depan
Mengiba belas kasihan dan uluran tangan
Dibawah teriknya sinar mentari di siang hari
Diantara laju deru kendaraan yang berlalu lalang
Panas, debu dan asap menjadi santapan setiap hari
Haus dan lapar terlupakan dengan kesibukan
Bertelanjang kaki menyusuri mimpi
Wajahnya sayu mengguratkan kelelahan
Menanggung beban kehidupan yang menghimpit badan
Bajunya lusuh terbasuh peluh yang membasahi tubuh
Tidak seharusnya ia berada di jalanan
Tidak sepantasnya ia berjuang sendirian
Karena jalannya masih panjang
Dan masa depannya haruslah tercerahkan
Disaat yang lain membiarkan
Disaat yang lain menelantarkan
Bisikkanlah pada hati, tanyakanlah pada nurani
Apakah Kita Peduli?
Jambi, Tugu Juang, 25 Desember 2006.
4 Milad ke I OPSEZI ...
Setahun mencoba menumbuhkan benih kepedulian
Posted at 12:57 pm by
Mulyana