Monday, January 29, 2007
Mencintai Ketidaksempurnaan

Namanya Dalika, baru beberapa bulan terlahir kedunia tapi harus sudah menerima kenyataan bahwa ia terlahir tidak sempurna. Hydrocephalus telah menggerogoti tubuh mungilnya, membuat kepalanya membesar melebihi usianya. Sudah beberapa hari ini Dalika tergolek tak berdaya di rumah sakit, di sebuah bangsal yang penuh sesak pasien yang menantikan pengobatan untuk memperbaiki keadaan. Orang tua Dalika memang termasuk masyarakat kurang mampu sehingga tidak bisa mengusahakan pengobatan yang cepat dan layak untuk Dalika. Tapi keadaan ekonomi tidak membuat mereka menyerah mengusahakan pengobatan untuk kesembuhan Dalika. "Kami menerima ujian dan cobaan ini, kami yakin ada hikmah yang Allah berikan kepada kami" ujar ayahnya yang setia menemani Dalika.

Dalika kini terbaring lemah dipelukan sang bunda, saya mencoba menyentuh tangan mungilnya tapi tak kuasa, membayangkan betapa berat beban yang ditanggungnya. Saya hanya bisa menatap mata mungilnya yang berbinar dan tak pernah pudar seolah memikirkan masa depan dan berjuta impian serta harapan  yang bersemayam dalam dirinya. Saya yakin Dalika tidak akan  pernah bimbang pada masa depannya karena cinta dan kasih sayang orang tuanya tidak akan pernah terhenti tercurahkan dan terlimpahkan untuknya melebihi ketidaksempurnaan yang ia miliki.

Lain lagi dengan Dani, usianya sudah dewasa dan tubuhnya terlahir serta berkembang sempurna tapi ia punya kebiasaan dan kepribadian yang tidak sempurna. "Dani itu  orangnya pemalas, pokoknya saya ga suka sama dia" ujar salah satu temannya pada saya. "Dani itu susah kalo udah diajak kerja sama, dia lambat dan sering menunda-nunda, kita jadi susah dibuatnya" temannya yang lain ikut mengeluh. Saya hanya tersenyum mendengarkan keluhan teman-teman Dani, tidak berusaha menimpali atau memperpanjangnya karena saya yakin kalau diteruskan bisa lebih banyak lagi kejelekan dan keburukan yang diungkapkan.

Saya paham betul Dani, sebenarnya orangnya menyenangkan dan  punya banyak potensi. Tak heran, banyak orang mengenalnya dan sering meminta bantuannya. Tapi seiring meningginya intensitas interaksi, ada beberapa orang sering mengeluhkan kekurangan dan kelemahan Dani bahkan ada juga yang menjauhinya. Tapi apakah dengan keluhan dan cercaan kepada Dani akan memperbaiki keadaan? Tentu tidak, bukan perubahan dan perbaikan yang didapatkan justru dosa yang didapatkan. Mungkin akan lebih bijaksana dan berguna bila disampaikan langsung kepada Dani sebuah nasehat yang menyejukkan dan bantuan untuk bisa merubah kebiasan buruknya bukan keluhan dan cercaan yang disebarkan kepada orang-orang. Memahami orang memang lebih susah karena kita cenderung lebih ingin dipahami, tapi berusahalah sebisa kita untuk memahami bukan untuk dipahami.

Dalika dan Dani mungkin hanya sebuah contoh potret manusia dengan segala atribut kelemahan dan kekurangan baik secara fisik ataupun non fisik. Ketidaksempurnaan memang akan selalu ditemui pada diri manusia karena kesempurnaan itu sendiri bukanlah milik manusia tapi milik Penciptanya. Namun adanya ketidaksempurnaan pada diri manusia bukanlah berarti untuk disesali dan dikeluhkan karena kita sendiri akan selalu hidup dengan berbagai ketidaksempurnaan itu. Ketidaksempurnaan bukan untuk tidak dicinta tapi cintailah ketidaksempurnaan dengan cara yang sempurna.

Bila ia tidak seperti yang kau bayangkan
Bila ia tidak seperti yang kau harapkan
Dengan segala kekurangannya
Dengan segala kelemahannya
Terimalah dan cintailah ia ... apa adanya

Untuk Dalika ...
Kutulis dengan pena kesedihan yang dicelupkan dalam tinta linangan air mata.



Posted at 08:52 am by Mulyana

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry

   

<< January 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31



My Friends:
  • Arez
  • Sandy
  • Irwan
  • Yuna
  • Vina
  • Rania
  • Ira
  • Ratna

    Blog Statistic


    In The Name of Allah

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed