Melepas Pergi Seorang Akhi
Hari-hari telah terlewati
Saatnya kaki melangkah pergi
Mungkin diri tak pernah kembali
Tapi kenangan ini akan tetap di hati
Beribu pengalaman besemayam di dada
Tergores emas dalam lembaran jiwa
Berjuta kebersamaan melekat di hati
Terukir indah dalam bingkai sanubari
Dalam dekapan erat kerinduan
Potret kebersamaan ini pasti kami simpan
Dalam pelukan hangat kecintaan
Lukisan perjuangan ini pasti kami pajang
Ketika rindu hinggap di kalbu
Mengingatmu akan terasa penuh haru
Ketika cinta membuncah di jiwa
Persaudaraan kita akan terasa penuh makna
Bagaikan malam tanpa taburan bintang
Terlihat kelam tanpa jiwa yang terang
Bagaikan pagi tanpa hangatnya mentari
Terasa sepi tanpa kehadiran diri
Rumah ini belum rampung kita bangun
Tapi tangan kebersahajaan itu harus melambai pergi
Perjalanan ini belum sampai pada tujuan
Tapi kaki kebersamaan ini haruslah terhenti
Pelangi itu harus memudar dari langit kita
Tapi indahnya masih terlihat di pelupuk mata
Mentari itu harus terbenam dari bumi kita
Tapi hangatnya masih terasa mendekap jiwa
Bunga ini harus dipetik dari taman kita
Tapi harumnya masih menebar kedalam sanubari
Pelita ini harus meredup dari rumah kita
Tapi cahayanya masih menerangi relung hati
Ada yang pergi dan takkan pernah terganti
Ada yang hilang tapi akan selalu dikenang
Semua berubah dan sungguh ini tak mudah
Melepas diri yang begitu berarti bagi kami
Beruraikan air mata kesedihan dan kebahagiaan
Melepas pergi seorang akhi
Bersenandungkan merdunya nada kebaikan dan kebajikan
Perjuangan ini pasti akan kami teruskan
Dengan ketulusan dan keikhlasan, doa kami menyertaimu akhi.
Posted at 06:27 pm by
Mulyana