Tak disangka, pada saat yang tak terduga
Lonceng kematian itu berdentang kencang
Membangunkan jiwa, melepaskan raga
Meninggalkan badan berkainkan kafan
Dikuburkan dalam kegelapan
Ditinggalkan keramaian kehidupan
Hanya sunyi sepi yang menemani diri
Kuburan ini menjadi rumah penantian
Dimanakah teman yang kau harapkan
Dimanakah harta yang kau banggakan
Dimanakah tahta yang kau agungkan
Dimanakah dunia yang kau Tuhankan
Semua lenyap dalam senyap dan gelap
Gundukan pasir itu berdesir ditiup angin kehidupan
Membawa berita kepada semua yang masih terjaga
Semuanya pasti, kenapa kita masih berdiam diri?
“Banyak pelajaran dari kematian tapi hanya sedikit yang
merenungkan”
Posted at 08:55 am by
Mulyana