Monday, December 17, 2007
Semuanya Pasti

Tak disangka, pada saat yang tak terduga
Lonceng kematian itu berdentang kencang
Membangunkan jiwa, melepaskan raga
Meninggalkan badan berkainkan kafan

Dikuburkan dalam kegelapan
Ditinggalkan keramaian kehidupan
Hanya sunyi sepi yang menemani diri
Kuburan ini menjadi rumah penantian

Dimanakah teman yang kau harapkan
Dimanakah harta yang kau banggakan
Dimanakah tahta yang kau agungkan
Dimanakah dunia yang kau Tuhankan

Semua lenyap dalam senyap dan gelap
Gundukan pasir itu berdesir ditiup angin kehidupan
Membawa berita kepada semua yang masih terjaga
Semuanya pasti, kenapa kita masih berdiam diri?

“Banyak pelajaran dari kematian tapi hanya sedikit yang merenungkan”


Posted at 08:55 am by Mulyana

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry

   

<< December 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31



My Friends:
  • Arez
  • Sandy
  • Irwan
  • Yuna
  • Vina
  • Rania
  • Ira
  • Ratna

    Blog Statistic


    In The Name of Allah

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed