Entry: Melihat Dunia Monday, December 10, 2007



Berjalan dengan tongkat kesayangan di tangan

Melangkah menyusuri tepi dengan hati-hati

Kelopak matanya terbuka tapi ia tidak melihat dunia

Hanya menerawang mencoba menangkap bayang-bayang

 

Pagi itu, ia mencoba melihat mentari

Tapi hanya cahaya yang samar menerpa mata

Dan hanya hangat yang terasa mendekap jiwa

Pagi itu tetaplah malam, hari itu tetaplah kelam

 

Tiada keindahan pemandangan yang terlihatkan

Tiada ketakjuban akan goresan tangan Tuhan

Menikmati keelokan lukisan kehidupan

Hanya tersimpan dalam angan-angan

 

Yogyakarta

Ketika melihat dua insan manusia yang buta

Berpegangan tangan, mencoba melintasi jalan kehidupan

Diantara berjuta mata yang benar-benar terbuka

Hanya sedikit yang 'melihat' dunia …

 

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

 

……

Di musim penghujan, diatas dua roda yang berjalan

Mengiringi rintik tangisan yang lama aku nantikan

Akhirnya terlepaskan ketika berpapasan dengan dua insan

Yang berjalan tanpa penglihatan …

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments