|
Tak disangka, pada saat yang tak terduga Lonceng kematian itu berdentang kencang Membangunkan jiwa, melepaskan raga Meninggalkan badan berkainkan kafan
Dikuburkan dalam kegelapan Ditinggalkan keramaian kehidupan Hanya sunyi sepi yang menemani diri Kuburan ini menjadi rumah penantian
Dimanakah teman yang kau harapkan Dimanakah harta yang kau banggakan Dimanakah tahta yang kau agungkan Dimanakah dunia yang kau Tuhankan
Semua lenyap dalam senyap dan gelap Gundukan pasir itu berdesir ditiup angin kehidupan Membawa berita kepada semua yang masih terjaga Semuanya pasti, kenapa kita masih berdiam diri?
“Banyak pelajaran dari kematian tapi hanya sedikit yang
merenungkan”
|